Jatah Rokok Narapidana di Selandia Baru Diganti Wortel

Tuesday, May 31, 2011
Jatah Rokok Narapidana di Selandia Baru Diganti Wortel - Perang melawan rokok berkumandang di berbagai negara, termasuk Selandia Baru. Di negara tersebut, larangan merokok juga diberlakukan di penjara sehingga jatah rokok untuk narapidana mulai bulan depan akan diganti dengan 2 batang wortel.

Alasan mengganti rokok dengan wortel dinilai cukup masuk akal, sebab sayuran ini lebih sehat dibanding alternatif lain misalnya permen. Wortel kaya akan serat dan vitamin, sementara permen banyak mengandung gula yang juga tidak baik untuk kesehatan.

Tiap narapidana akan mendapat 2 potong wortel/hari sebagai ganti karena rokok tidak boleh masuk ke lingkungan penjara. Seluruh penjara di Selandia Baru termasuk Invercargill Prison dan Otago Corrections Facility akan menerapkan kebijakan ini mulai 1 Juni.

Presiden asosiasi penjara di Selandia Baru, Beven Hanlon awalnya mengira kebijakan baru itu hanya lelucon. Namun ia sangat mendukung dan menilai tidak ada salahnya dicoba, karena dengan cara ini para narapidana mau tidak mau akan berhenti merokok.

"Intinya adalah memasukkan sesuatu ke mulut. Kalau para narapidana sudah memiliki sesuatu di mulutnya, mungkin mereka tidak lagi akan merasa membutuhkan rokok," ungkap Hanlon seperti dikutip dari TVNZ, Selasa (31/5/2011).

Untuk mengantisipasi gejala putus obat (withdrawal symptom) alias sakaw, petugas penjara juga akan menyediakan sejenis permen nikotin atau pelega tenggorokan. Narapidana yang tidak tahan ingin merokok boleh memilih salah satunya untuk mengurangi kegelisahan.

Di samping dukungan, kritik juga bermunculan karena banyak yang menilai kebijakan ini bisa memicu kericuhan di dalam penjara. Pemaksaan secara sepihak untuk berhenti merokok dikhawatirkan akan memicu stres dan meningkatkan agresivitas di antara para narapidana.

Namun bagi petugas penjara, kekhawatiran itu dinilai berlebihan sebab larangan merokok di penjara sebenarnya tidak diterapkan serta merta. Sekitar 4.000 dari 5.600 narapidana yang merokok sudah mengikuti program pendampingan berhenti merokok sejak Juli 2010.

Sumber: Detik.com

Baca Juga: Boneka Bayi Lucu ini Bisa Ngiler
Previous
Next Post »
0 Komentar